Kantor
PT. Panguji Luhur Utama
Jabal Rahmah, Saksi Cinta dan Kasih Sayang Para Utusan Allah

Bagi umat Islam, Jabal Rahmah atau gunung kasih sayang menjadi monumen cinta. Tempat ini dipercaya menjadi lokasi bertemunya Nabi Adam AS dan Siti Hawa setelah tobat mereka diterima dan dipertemukan kembali. Buah cinta mereka melahirkan anak-anak Adam yang kini memenuhi penjuru dunia.
Di Jabal Rahmah juga Nabi Ibrahim AS diuji cintanya, untuk melaksanakan ketentuan Allah SWT mengorbankan anak lelaki yang sangat lama dirindukan kelahirannya. Bagi Nabi Muhammad SAW, Jabal Rahmah menjadi tempat terakhir turunnya ayat Al-Qur’an. Ketika kembali ke Madinah, Rasulullah SAW menyampaikan turunnya Surat Al-Maidah ayat 3 yang mengabarkan bahwa agama Islam sudah sempurna.
Jabal Rahmah menjadi saksi senyum bahagia atas pertemuan Nabi Adam AS dan Siti Hawa, menjadi penanda keteguhan Nabi Ibrahim AS dalam menghadapi ujian cinta dari Allah SWT, dan menjadi tempat mengabarkan kesempurnaan agama Islam serta sekaligus petunjuk awal akan kewafatan Rasulullah SAW.
Jabal Rahmah menggambarkan siklus hidup manusia, yang diwakili oleh para Utusan Allah SWT. Dari pertemuan untuk memulai hidup baru, perjuangan untuk mempertahankan hidup, pencapaian kesempurnaan, hingga akhirnya pesan kematian. Monumen penting tak ada monumen yang sedemikian penting di dunia ini, dalam konteks cinta dan kasih sayang, yang momen-momen pentingnya berpengaruh besar terhadap perubahan zaman sebagaimana Jabal Rahmah.
Pada saat musim haji, terutama saat umat Muslim dunia menjalani wukuf di Arafah, bukit kecil setinggi 70 meter ini dipenuhi oleh para jamaah haji dengan pakaian ihram putih-putih. Mereka memanjatkan doa-doa panjang yang dilakoni dengan penuh kekhusyu’an. Banyak yang meyakini tempat ini mustajab untuk berdoa, sebagian jamaah lainnya yang datang ke sini sekadar penasaran dan untuk mengabadikan kenangan, baik dengan selfie atau meminta orang lain mengambil foto dan video. Bagi fotografer media, kerumunan manusia yang memenuhi bukit kecil ini selalu menjadi obyek foto ikonik yang sangat layak diabadikan.
Jamaah haji Indonesia memanfaatkan waktu selama di Arafah untuk mengunjungi tempat ini. Kesempatan yang paling ideal untuk mengunjungi Jabal Rahmah adalah saat pagi atau petang ketika matahari tidak terlalu terik.



