Kantor
PT. Panguji Luhur Utama
Sejarah Nuzulul Qur’an

Jakarta – Bulan Ramadan adalah bulan mulia dan penuh keberkahan, dibulan ini juga terdapat beberapa peristiwa penting yang terjadi. Salah satunya adalah peristiwa diturunkannya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW atau disebut Nuzulul Quran.
Di Indonesia, umat Islam biasanya memperingati hari ini dengan melaksanakan beberapa kegiatan keagamaan. Misalnya, mengisi malam Nuzulul Quran dengan tadarus, iktikaf, pengajian, dan sebagainya.
Peristiwa turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW diperingati setiap 17 Ramadan. Dalam kalender Masehi tahun ini, tanggal tersebut bertepatan Kamis 28 Maret 2024.
Perhitungan ini didasarkan pada hasil sidang isbat yang diselenggarakan Kementerian Agama RI, yang menetapkan 1 Ramadan jatuh pada Selasa 12 Maret 2024. Maka dari itu, malam Nuzulul Quran bertepatan pada Rabu 27 Maret 2024 malam saat memasuki waktu Magrib.
Secara bahasa, Nuzulul artinya menurunkan sesuatu dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah. Sementara Al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam. Nuzulul Quran merupakan peristiwa turunnya Al-Qur’an dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah yaitu bumi.
Nuzulul Quran adalah peristiwa turunnya ayat Al-Qur’an untuk pertama kali kepada Rasulullah SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira. Pada saat itu, Nabi Muhammad SAW berusia 40 tahun, Allah SWT mengutus Rasulullah SAW untuk membantu umat keluar dari kesesatan menuju terangnya pengetahuan.
Nabi Muhammad SAW menerima wahyu tersebut pada 17 Ramadan, 13 tahun sebelum Hijriah.
Menurut pakar astronomi Syekh Mahmud Basya, tanggal tersebut bertepatan awal Februari tahun 610 Masehi. Maka dari itu, 17 Ramadan diperingati sebagai Nuzulul Quran sampai saat ini. Dikutip dari laman resmi MUI, Allah SWT menjelaskan Nuzulul Quran pada beberapa ayat Al-Qur’an, yaitu dalam surat Al Qadr, surat Al Baqarah ayat 185, dan surat Ad Dukhan ayat 3. Ketiga surat tersebut menyebutkan Al-Qur’an diturunkan pada malam penuh berkah.
Al-Qur’an diturunkan sebanyak dua kali. Pertama, diturunkan sekaligus pada malam Lailatul Qadar dari Lauh Mahfuz ke langit dunia. Sedangkan yang kedua diturunkan dari langit dunia ke bumi. Turunnya Al-Qur’an yang kedua ini secara berangsur-angsur selama 23 tahun.
Turunnya ayat Al-Qur’an disesuaikan dengan permasalahan sosial, krisis moral, dan keagamaan yang terjadi pada masa itu. Ayat pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW adalah surat Al-Alaq ayat 1-5. Peristiwa Tersebut menjadi tanda dimulainya kenabian dari Rasulullah SAW.


