Kantor
PT. Panguji Luhur Utama

Jl. Pahlawan Revolusi No.10, RT.9/RW.7, Pd. Bambu, Kec. Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13430

email : info@palumatravel.com

 

IHRAM : PENGERTIAN, SUNNAH-SUNNAH & LARANGANNYA

Dalam menjalankan ibadah haji dan umrah, jamaah terutama jamaah laki-laki wajib mengenakan kain ihram yang berwarna putih. Kain ihram dikenakan untuk menutup badan bagian bawah dan atas. Ustadz Ahmad Sarwat dalam bukunya “IHRAM” menjelaskan tentang pengertian Ihram. Kata Ihram kata dia berasal dari kata al-hara yang berarti larangan atau sesuatu yang terlarang. Kata ihram adalah bentuk mashdar dari fi’il madhi dan mudhari’nya “ahrama yuhrim”.Makna kata ihram adalah memasuki wilayah yang di dalamnya berlaku keharaman.

Makna berihram dalam istilah fiqih adalah berniat untuk masuk ke dalam wilayah yang diberlaku di dalamnya berbagai keharaman di dalam haji dan umrah. Masuk ke dalam wilayah keharaman disini maksudnya bukan mengerjakan keharaman itu, tetapi maksudnya adalah masuk ke dalam suatu wilayah dimana keharaman-keharaman itu mulai diberlakukan pada diri seseorang, seperti berhubungan suami istri, membunuh, memotong rambut, memakai wewangian.

Khusus buat jamaah haji laki-laki yang termasuk diharamkan seperti mengenakan pakaian berjahit dan khusus buat wanita misalnya memakai sarung tangan atau menutup wajah bagi jamaah haji wanita. Apabila seseorang telah berihram berarti dia telah meng-ihram-kan dirinya, maka sejak saat itulah ia mulai berpantang terhadap hal-hal atau pekerjaan-pekerjaan yang tak boleh dilakkan saat ihram berlangsung.

“Adapun larangan-larangan ihram itu adalah larangan ini berlaku untuk umum, siapa saja baik pria atau pun wanita”

Dalam menjalankan ibadah haji dan umrah, para calon jamaah sudah pasti tidak asing dengan istilah Ihram. Namun, sebagian dari mereka mungkin belum mengetahui apa itu Ihram. Dalam buku ‘Panduan Komplit Ibadah Haji dan Umrah’ oleh H. Achmad Fanani, M.Pd., dan Maisarah, M.Si. (2019) dijelaskan, ihram adalah niat untuk melaksanakan haji atau umrah ke tanah suci Makkah. Dengan berihram, seseorang sudah mulai masuk untuk mengerjakan serangkaian ibadah haji atau umrah.

Secara etimologi, ihram artinya adalah melarang atau menahan. Sedangkan secara syar’i, pengertian ihram adalah niat untuk pelaksanaan rangkaian ibadah haji yang ditandai dengan beberapa amalan haji.

Ihram harus dilakukan sebelum pergi ke miqat dan diakhiri dengan tahallul (kegiatan mencukur rambut, minimal 3 helai). Ketika seseorang sudah melakukan ihram, maka ia harus mengikuti peraturan dan ketentuan yang berlaku ketika sedang ibadah haji atau umrah.

Sunah dan Larangan Ihram

Dalam buku Tuntunan Ibadah Haji dan Umrah oleh Dr. H Achmad Zuhdi, dijelaskan juga sunah dan larangan-larangan ihram yang harus dihindari, di antaranya :

Sunah Sebelum Ihram
1. Memakai wangi-wangian di bagian kepala atau badan.
2. Pria mengganti pakaian dengan menggunakan dua lembar kain, satu untuk sarung dan yang satu lagi untuk selendang.
3. Bagi wanita, menutup seluruh badannya kecuali muka dan telapak tangan.
4. Dianjurkan untuk memakai warna putih, baik untuk pria maupun wanita.
5. Mengerjakan shalat sunah ihram terlebih dahulu
6. Setelah shalat, bacakan niat dalam hati untuk melaksanakan umrah, dilanjuti dengan berihlal dengan suara keras.
7. Berangkat menuju kota Makkah Al-Mukarramah membaca tabliyah berulang kali.

Larangan Setelah Ihram
1. Dilarang mencukur bulu seperti rambut, kumis, jenggot, bulu ketiak, bulu kemaluan dan alis.
2. Dilarang memotong kuku atau mencabutnya.
3. Dilarang memotong rambut orang lain.
4. Tidak boleh memakai wangi-wangian kecuali sudah dipakai sebelum niat haji atau umrah.
5. Harus mengenakan pakaian ihram.
6. Menikah, menikahkan atau meminang perempuan untuk dinikahi.
7. Dilarang bersetubuh dengan lawan jenis.
8. Tidak boleh mengucapkan kata-kata kotor.
9. Dilarang melakukan maksiat.

Siapapun yang melakukan larangan-larangan di atas harus membayar denda atau dam. Denda tersebut bisa berupa menyembelih satu ekor kambing, memberi makan orang miskin, atau puasa selama tiga hari.

Dalam menjalankan ibadah haji atau umrah, semua jemaah harus menanggalkan keduniawian mereka. Sejatinya, ihram adalah simbol persamaan derajat manusia saat menghadap Allah SWT.

Bagikan Artikel
Admin
Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *