Kantor
PT. Panguji Luhur Utama

Jl. Pahlawan Revolusi No.10, RT.9/RW.7, Pd. Bambu, Kec. Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13430

email : info@palumatravel.com

 

SELIMUT KA’BAH (KISWAH) BERGANTI-GANTI WARNA BAGIAN 2

By : Salmie Eka Saputra. S. Ag

Waktu terus berjalan, kebijakan demi kebijakan oleh penguasa saat itu terus berubah demi membenahi tentang Kiswah Ka’bah. Ketika Qushay bin Kilab {Anak Kilab} (buyut dari Nabi Muhammad SAW) memimpin, Qushay meminta kepeda setiap suku untuk mengumpulkan uang guna untuk membeli Kiswah Ka’bah, dengan tujuan salah satunya adalah rakyat dari semua lini ekonomi bisa ikut andil dalam pengadaan Kiswah Ka’bah. Selanjutnya tradisi ini diteruskan oleh anak cucunya.

Selanjunya, orang yang pertama kali menutup Ka’bah dengan kain berbahan sutra adalah Khalid bin Ja’far bin Kilab (Cucu dari Kilab). Sementara perempuan pertama yang membuat dan menyelimuti Ka’bah dengan sutra adalah Natilah binti Janab (Ibunda dari Abbas bin Abdul Muthalib), dikutip dari buku: Ka’bah: Rahasia Kiblat Dunia (2009), karangan Muh. Abd Hamid Al-Syarqawi dan Muh. Raja’lath-Thahlawi.

Nabi Muhammad SAW adalah orang pertama yang menutup Ka’bah dengan Qabhati (kain putih yang dibuat di Mesir). Saat Fathul Makkah (Pembebasan Kota Makkah), Nabi Muhammad SAW tetap mempertahankan Kiswah lama yang digunakan pada zaman Jahiliyah, hingga seorang wanita membakarnya ketika mencoba mengharuminya dengan dupa. Maka setelah itu, Ka’bah ditutup dengan kain dari Yaman bergaris putih dan merah (burud). Sementara di masa Khalifah Umar bin Khattab dan Khalifah Utsman bin Affan menyelimuti Ka’bah dengan kain putih. Sementara di kepemimpinan Abdullah bin Zubair menutupnya dengan berukat warna merah. 

Jamaah VIP PALUMA Travel

Tahun 1926, Raja Abdul Aziz Al Saud membangun pabrik pembuatan Kiswah di Ajyad dekat Masjidil Haram. Disinilah kiswah pertama di era kerajaan Saudi diproduksi di Makkah. Tahun 1935, Pemerintah  Mesir dan Arab Saudi kembali membuat perjanjian, bahwa produksi kiswah dilakukan di Mesir sampai tahun 1963. Baru setelahnya, Arab Saudi membangun kembali pabrik kiswahnya yang ke dua.

Tahun 1977, pabrik yang kedua ini dibangun di atas lahan seluas 10 H di pinggir kota Makkah, di resmikan oleh Raja Khalid bin Abdul Aziz Al Saud. Tidak hanya kiswah, di pabrik ini juga di produksi tirai bagian dalam Ka’bah dan kamar (makam) Nabi Muhammad SAW hingga hari ini.

Kiswah sekarang ini sudah dibuat di pabrik kiswah di Makkah, dengan bahan dari sutra murni yang dicelup dengan warna hitam, dan diukir diatasnya dengan cara jacquard, tulisannya : ”Laa ilaaha illallah Muhammad Rasulullah, Allah Jalla Jalaaluhu, Subhanallah wa bihamdihi, Subhanallah ’adhim, Ya Hannan, Ya Mannan”.

Tinggi kain Kiswah ini adalah 14,5 M, dan di sepertiga bagian atas ada sabuk kiswah. Panjang kiswah ini adalah 47 M, dan lebarnya 95 CM, yang terdiri dari 16 potong. Kiswah Ka’bah ini membutuhkan 670 kg sutra, 120 kg benang emas, dan 100 kg benang perak

Di pintu Ka’bah ada kelambu yang disebut al-Burqu’. Diatasnya ada hiasan yang membedakannya dengan seluruh kain kiswah. Tingginya 7,5 M, dan lebarnya 4 M, dan awal kemunculannya adalah pada tahun 810 H. Kiswah / selimut Ka’bah ini diganti setahun sekali, yaitu pada tanggal 9 Dzul Hijjah (hari Arafah). Adapun total dana yang dihabiskan unutuk mengganti kiswah ini setiap tahun adalah  17 juta riyal (+/- 66,3 milyar).

Sekian . . . .

Bagikan Artikel
Admin
Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *