Kantor
PT. Panguji Luhur Utama

Jl. Pahlawan Revolusi No.10, RT.9/RW.7, Pd. Bambu, Kec. Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13430

email : info@palumatravel.com

 

HAJAR ASWAD DI CONGKEL DAN DIPECAH, TAUKAH ANDA INI PERNAH TERJADI..?? (3)

By. Salmie Eka Saputra. S,Ag

C. Hajar Aswad dicongkel, dipecah.

Sesungguhnya Hajar Aswad merupakan (seolah) tangan Allah SWT di muka bumi. Barang siapa yang tidak bisa berbai’at kepada Rasulullah SAW, kemudian mengusap Hajar Aswad, maka ia sedang berbai’at kepada Allah dan Rasulnya.

Namun tahukah anda bahwa Hajar Aswad ini pernah di congkel, di pecahkan dan hilang dari sisi Ka’bah..?

Kita semua memahami bahwa Hajar Aswad adalah batu dari surga yang warna aslinya adalah putih, yang ditempelkan disudut Ka’bah sebagai tanda bagi jamaah haji atau umrah yang akan melakasanakan thawaf untuk memulai putaran pertama dan mengakhiri putaran ke tujuh.

Dulunya Hajar Aswad adalah satu bongkahan batu yang utuh, namun karena kejadian demi kejadian yang alaminya, batu ini sudah pecah dan yang tersisa hanyalah delapan potongan kecil. Besarnya berbeda-beda, yang terbesar adalah sebesar buah kurma.

Kejadian yang terparah yang pernah dialamai oleh batu dari Surga ini adalah pada tanggal 7 Dzulhijjah 317 H. Abu Tahir Al-Qarmuthi menguasai Kota Makkah. Abu Tahir memerintahkan Ja’far Bin Ilaj untuk mencongkel Hajar Aswad dan menyembunyikannya setelah sebelumnya melalukan pembantaian terhadap orang-orang yang thawaf.

10 Dzulhijjah 339 H, Hajar Aswad berhasil dikembalikan ketempatnya, setelah hilang selama 22 tahun.

Tahun 363 H. Seorang lelaki dari Romawi memukul Hajar Aswad dengan cangkul hingga berbekas.

Tahun 413 H, Bani Fatimiyah mengutus Hakim Al-Abidi untuk memukul Hajar Aswad dengan pedang dan pahat. Setelah dipukul 3 kali, Hajar Aswad pecah dan berjatuhan.

Jamaah PALUMA Travel Ba’da Umrah

Hajar Aswad yang kita lihat dan yang kita kecup sekarang ini adalah kepingan serta sisa pecahan yang ditempelkan kembali kesudut Ka’bah. Rentetan demi rentetan kejadian yang dialaminya membuat dia terbelah menjadi delapan keping. Seiring berlalunya waktu, semoga kedepannya tidak ada lagi kejadian yang menimpa Hajar Aswad sehingga bisa utuh menempel di sudut Ka’bah sampai hari Kiamat. Biarlah cerita masa lalu ikut menempel membungkus kisah perjalanan batu dari Surga ini.

Bagikan Artikel
Admin
Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *