Kantor
PT. Panguji Luhur Utama

Jl. Pahlawan Revolusi No.10, RT.9/RW.7, Pd. Bambu, Kec. Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13430

email : info@palumatravel.com

 

Letak Geografis dan Keistimewaan Kota Madinah Al-Munawwarah

Letak Geografis Kota Madinah

Secara geografis, Kota Madinah Al-Munawwarah terletak di bagian barat Arab Saudi. Daerahnya berada di sekitaran wilayah Hejaz, berjarak 100 mil dari Laut Merah dan 275 mil dari Kota Makkah Al-Mukarramah. Kota Madinah Al-Munawwarah ini ada di ketinggian 625 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan mempunyai daerah oasis yang terbilang subur. Bagian timurnya terdapat batas berupa medan lava luas yang dikatakan berasal dari letusan gunung berapi tahun 1207 Masehi.

Sementara itu, ketiga sisi lain dibatasi oleh bukit pegunungan Hijaz/Hejaz. Salah satu puncak tertinggi didaerah Kota Madinah Al-Munawwarah berlokasi di Gunung Uhud. Ketinggiannya mencapai 2.000 kaki di atas permukaan dataran biasanya. Wilayah kota ini dijadikan sebagai objek wisata ziarah umat Muslim karena mempunyai riwayat suci dalam perkembangan Agama Islam.

Seperti sudah dijelaskan di atas bahwa kondisi geografis di Kota Madinah Al-Munawwarah berupa wilayah luas perbukitan dan oase dan telah dimiliki oleh kelompok-kelompok yang ada di sana. Hal ini membawa konsekuensi ada daerah kosong yang belum ada pemiliknya. Dalam perjanjian yang dibuat dalam baiat ‘Aqobah, sebelum Rasulullah SAW hijrah, ada kesepakatan bahwa ketika Rasulullah SAW tiba di Kota Madinah Al-Munawwarah, beliau berhak sepenuhnya untuk menempati tanah yang kosong yang ada di Kota Madinah Al-Munawwarah.

Ketika Rasulullah SAW dan rombongan Muhajin sampai di Kota Madinah Al-Munawwarah, mula-mula yang beliau bangun adalah masjid yang berfungsi ganda sebagai tempat ibadah sekaligus kegiatan sosial. Salah satu sudut masjid dijadikan kediaman beliau. Selanjutnya beliau merancang pembangunan jalan yang menghubungkan masjid dengan bukit Sala’.

Dalam proses pembangunannya, beliau ikut bekerja. Terdapat tanah kosong yang berisi rerumputan berduri. Tanah ini beliau jadikan sebagai pemakaman umum dan dibuat jalan menghubungkan dengan masjid. Membuat jalan utama memanjang dari timur ke barat dan jalan utama yang menghubungkan dengan Masjid Quba. Dengan adanya pembanguna jalan-jalan ini, penduduk membuat rumah kedua sisinya. Sehingga nampaklah suatu kota yang tertata rapi. Sedangkan tanah-tanah kosong lainnya yang menjadi hak Rasulullah SAW, beliau bagi-bagikan kepada para sahabat dengan syarat agar tanah tersebut dikelola secara produktif baik sebagai lahan pertanian maupun peternakan.

Dengan adanya penataan seperti di atas, sangat terlihat betapa Rasulullah SAW berupaya untuk mengubah pola hidup nomanden menjadi masyarakat yang memiliki peradaban dan maju. Dan disinilah salah satu makna hijrah yaitu meninggal pola hidup nomad menuju tatanan masyarakat yang beradab. Hal ini penting untuk mewujudkan stabilitas masyarakat yang memiliki hubungan erat dengan civil society (civilization).

Keistimewaan Kota Madinah Al-Munawwarah

Masjid Nabawi

Masjid Nabawi adalah tempat paling terkenal di Kota Madinah Al-Munawwarah. Bagi Anda yang belum tahu, Nabi Muhammad SAW membangun Masjid Nabawi dengan bantuan para sahabatnya. Perlu Anda ketahui bahwa Masjid Nabawi merupakan salah satu dari tiga masjid bersejarah paling penting di Kota Madinah Al-Munawwarah. Masjid Nabawi, Masjid Qiblatain, dan Masjid Quba adalah tiga bangunan masjid tersebut. Selama ini, umat Islam melakukan ziarah ke Kota Madinah Al-Munawwarah, khususnya ke Masjid Nabawi.

Tanah Haram

Keberadaan tanah haram dan lingkungan yang aman adalah kualitas unik kedua yang dimiliki Kota Madinah Al-Munawwarah. Dajjal bahkan tidak akan dapat memasuki Madinah karena malaikat telah ditempatkan di pintu masuk kota untuk menjaga kota suci ini. Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut : “Para malaikat (yang menjaga Madinah) di pintu-pintu masuknya mencegah masuknya Tha’un dan Dajjal.” (HR. Bukhari no. 1880; Muslim no. 1379).

Berkah yang Bertambah Banyak

Ada sebuah hadits yang menyatakan bahwa Madinah telah menerima banyak nikmat. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, yaitu sebagai berikut: “Jadikanlah nikmat Madinah dua kali lipat lebih banyak dari yang ada di Makkah, ya Allah”. (HR. Bukhari no. 1885, Muslim no. 1369).

Menerima Syafaat Setelah Meninggal di Kota Madinah Al-Munawwarah

Pernahkah Anda mendengar tentang seseorang yang berkeinginan untuk meninggal dunia di Tanah Suci? Ternyata ada alasannya, yang membuktikan bahwa hal tersebut lebih dari sekedar keinginan. Jadi, ketika hari kiamat tiba, seseorang yang meninggal di Kota Madinah Al-Munawwarah akan mendapatkan syafa’at. Menurut sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda sebagai berikut : “Barangsiapa yang meninggal dunia di Madinah, maka lakukanlah, niscaya aku akan memberikan syafa’at kepada orang tersebut.” (Ibnu Majah no. 311, HR. Tirmidzi no. 3917).

Manusia Terbaik Dimakamkan di Kota Madinah Al-Munawwarah

Makam Nabi Muhammad SAW, bersama dengan makam Abu Bakar As-Shiddiq RA dan Umar bin Khattab RA, terletak di dalam Masjid Nabawi, seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Makam para sahabat Nabi Muhammad SAW dan generasi berikutnya juga terletak di Pemakaman Baqi’ samping Masjid Nabawi.

Shalat di Masjid Nabawi Lebih Utama

Perlu Anda ketahui bahwa salat di Masjid Nabawi memiliki pahala 1000 kali lipat lebih besar dibandingkan dengan salat di masjid lain. Selain itu, mereka yang shalat 40 kali berturut-turut di Masjid Nabawi akan dibebaskan dari siksa api neraka, dijauhkan dari azab dan kemunafikan. Mengenai keutamaan ini, telah disampaikan dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda: “Shalat di masjidku lebih baik daripada seribu shalat di masjid-masjid lain, kecuali Masjidil Haram (di Makkah).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Bagikan Artikel
Admin
Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *