Kantor
PT. Panguji Luhur Utama
APA ITU MAQAM IBRAHIM ?

By : Salmie Eka Saputra
Jika anda berkunjung ke Masjidil Haram, anda akan menemukan sebuah bangunan kecil dipinggir Ka’bah, bangunan ini sering dilewati oleh jamaah yang melaksanakan tawaf, bangunan ini disebut dengan Maqam Ibrahim.
Secara bahasa, “al-maqam” berarti “tempat pijakan”. Sedangkan Maqam Ibrahim AS adalah sebuah bangunan dengan batu kecil yang dibawa oleh Nabi Ismail AS ketika membangunkan Ka’bah, digunakan sebagai pijakan Nabi Ibrahim AS untuk berdiri guna melengkapi bongkahan-bongkahan batu untuk membangun Ka’bah. Apabila Nabi Ismail AS memberikan bongkahan-bongkahan batu kepada ayahnya (Nabi Ibrahim AS), Nabi Ibrahim AS akan menyusunnya pada Ka’bah sehingga bangunan Ka’bah pun semakin tinggi, dan batu pijakan Nabi Ibrahim AS pun juga ikut meninggi.
Maqam Ibrahim AS adalah batu dari Surga yang dibawa turun oleh Malaikat Jibril untuk Nabi Ibrahim AS, Agar Nabi Ibrahim AS berdiri diatasnya dan menyempurnakan bangunan Ka’bah. Besarnya batu tersebut adalah 40 x 40 cm, dengan ketebalan kurang lebih 50 cm. Ketika Nabi Ibrahim AS berdiri di atasnya, telapak kakinya tenggelam ke dalamnya sedalam 10 cm, panjang 27 cm, dan lebar 14 cm. Setelah bangunan Ka’bah selesai, Nabi Ibrahim AS berdiri diatasnya untuk menyeru umat manusia untuk berhaji sebagaimana perintah Allah SWT.
Batu yang menjadi pijakan Nabi Ibrahim AS itu berasal dari Surga, Nabi Muhammad SAW bersabda : Hajar Aswad dan Maqam Ibrahim adalah dua batu yang datangnya dari Surga, seandainya Allah SWT tidak menghilangkan cahaya (dari) keduanya, niscaya ia akan menerangi timur dan barat secara keseluruhan. Sementara dalam riwayat dari Imam al-Baihaqi, disebutkan seandainya bukan karena dosa dan kesalahan manusia, maka kedua batu itu mampu menerangi timur dan barat. (Al-Ihsan fi Taqrib Sahih ibn Hibban (3710); al-Sunan al-Kubra li al-Baihaqi, 5/75, Hadis Sahih. )

Awalnya batu tersebut menempel di dinding Ka’bah, tetapi kemudian dijauhkan dari dinding Ka’bah beberapa meter pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA. Pada masa setelahnya, batu tersebut ditutupi dengan perak dan dikurung dalam struktur seperti sangkar.
Maqam Ibrahim terletak di sebelah timur Hajar Aswad sejauh 14,5 m. Maqam Ibrahim ini tetap berada ditempatnya sejak zaman Nabi Ibrahim AS, namun di tahun 17 H terjadi banjir besar yang menyebabkan dia terlepas dari tempatnya dan terbawa arus ke daerah Misfalah, maka Khalifah Umar bin Khatab RA mengembalikannya ketempat asalnya setelah memastikan tempatnya secara teliti sesuai dengan ukuran yang dihafal oleh Abdul Muthalib bin Abi Wada’ah RA
Maqam Ibrahim dan Hajar Aswad adalah landmark tertua dan paling suci dalam Islam, sejak 4.000 tahun yang lalu,” kata seorang peneliti sejarah Makkah dan biografi Nabi, Dr. Samir Ahmed Barqah, dikutip di Arab News, Senin (11/7/2022).
Orang pertama yang menghiasi Maqam Ibrahim dengan emas adalah Khalifah Al-Mahdi Al-Abbasi (161 H) ketika khawatir akan retak akibat ada renovasi berkali-kali dilakukan, kemudian diletakkan di dalam kerangkeng dari tembaga dengan bentuk segi empat, ditutup dengan kubah yang berdiri di atas empat tiang, luasnya 3 x 6 = 18 m2.
Keutamaan Maqam Ibrahim
Terdapat keutamaan Maqam Ibrahim saat melaksanakan Ibadah Haji atau umrah di Tanah Suci. Keutamaan tersebut adalah :
- Menjadi tempat shalat sunnah setelah jamaah menunaikan tawaf 7 kali putaran dan sebelum menuju Bukit Safa dan Marwah.
- Tempat yang mustajab untuk memanjatkan doa.
- Allah SWT sangat memuliakan Maqam Ibrahim.
Para pengurus Masjidil Haram sangat menjaga dan merawat Maqam Ibrahim ini dengan sangat baik. Begitu pula para umat muslim yang menjalani ibadah ke tanah suci, selain Hajar Aswad dan Ka’bah, Maqam Ibrahim menjadi magnet tersendiri bagi jemaah untuk datang melihat, mengunjungi, hingga menunaikan ibadah di sana.


