Kantor
PT. Panguji Luhur Utama

Jl. Pahlawan Revolusi No.10, RT.9/RW.7, Pd. Bambu, Kec. Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13430

email : info@palumatravel.com

 

MASJIDIL HARAM : SEJARAH PERKEMBANGANNYA

Salah satu tempat istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia adalah Masjidil Haram atau Masjid Al Haram yang lokasinya berada di pusat Kota Makkah Al-Mukarramah, Arab Saudi. Masjidil Haram menjadi istimewa karena di dalamnya terdapat Ka’bah, Baitullah. Masjid ini dibangun mengelilingi Ka’bah, yang merupakan arah kiblat bagi umat Islam ketika mengerjakan ibadah shalat.

Kenapa jadi istimewa,? Karena berdasarkan Hadits shahih, satu kali shalat di Masjidil Haram sama dengan 100.000 kali salat di masjid-masjid lain, kecuali Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsha. Selain itu, Masjidil Haram yang menjadi masjid tertua di dunia ini dianggap sebagai tempat paling suci bagi umat Islam. Masjid ini juga merupakan tujuan utama ketika menjalankan ibadah haji.

Waktu tepatnya pembangunan Masjidil Haram tidak diketahui pasti. Tapi, banyak yang meyakini pembangunannya sudah terjadi sejak Nabi Adam AS turun ke bumi. Bangunan itu hancur akibat air bah pada masa Nabi Nuh AS.

Beberapa abad kemudian, Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim AS dan anaknya, Nabi Ismail AS untuk membangun sebuah bangunan di tengah perempatan kota Makkah untuk dijadikan tempat beribadah.

Nabi Ismail AS dan Nabi Ibrahim AS pula yang pertama kali meletakkan Hajar Aswad dan Maqam Ibrahim di sekitar Ka’bah. Sejak pembangunan itu, Ka’bah dan Masjidil Haram dijaga oleh para keturunan Nabi Ismail AS.

Pada 638 Masehi, perluasan Masjidil Haram dimulai di era khalifah Umar bin Khattab RA. Kala itu, Umar bin Khattab RA membeli rumah-rumah di sekeliling Ka’bah, yang kemudian dirobohkan demi tujuan perluasan masjidil haram.

Pada masa kepemimpinan khalifah Usman bin Affan RA sekitar tahun 647 M, perluasan Masjidil Haram dilanjutkan. Luas keseluruhan masjid ini mencapai 356.800 m2 (3.841.000 sq ft) dengan kemampuan menampung jemaah sebanyak 820.000 jemaah saat musim haji.

Sekarang, Masjidil Haram sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi lonjakan jamaah umrah dan haji. Pada 2030, pemerintah Arab Saudi bahkan berencana meningkatkan daya tampung Masjidil Haram menjadi 30 juta jamaah. Tujuannya yakni memberi kesempatan bagi lebih banyak umat Islam untuk melakukan ibadah haji dan umrah.

Bagikan Artikel
Admin
Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *