Kantor
PT. Panguji Luhur Utama

Jl. Pahlawan Revolusi No.10, RT.9/RW.7, Pd. Bambu, Kec. Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13430

email : info@palumatravel.com

 

Masjid Qiblatain : Saksi Perpindahan Arah Kiblat Kaum Muslimin

Masjid Qiblatain menjadi salah satu tempat tujuan umat muslim yang berkunjung ke Madinah Al-Munawwarah. Bangunan ini adalah saksi perpindahan arah kiblat dari sebelumnya ke Masjid Al-Aqsa di Palestina ke Masjidil Haram di Makkah Al-Mukarramah.

Dikutip dari Arab News, Masjid Qiblatain artinya dua arah kiblat. Masjid ini dibangun dua tahun setelah Rasulullah SAW tiba di Madinah. Awalnya, masjid ini bernama Masjid Bani Salamah. Kedatangan Rasulullah SAW beserta beberapa sahabat ke Bani Salamah bertujuan untuk menenangkan Ummu Bishr binti al-Bara yang ditinggal mati keluarganya. Saat itu bertepatan dengan bulan Rajab tahun 2 Hijriyah.

Masjid Qiblatain terletak di Quba, tepatnya di atas sebuah bukit kecil di sebelah utara Harrah Wabrah, Madinah. Masjid ini terletak sekitar 7 kilometer dari Masjid Nabawi di Madinah Al-Munawwarah.

Peristiwa Perubahan Arah Kiblat

Pada kunjungannya ini, Rasulullah SAW mendirikan salat Zuhur di Masjid Bani Salamah. Beliau menjadi imam yang diikuti para sahabat dan masyarakat sekitar sebagai makmum. Dua rakaat pertama shalat dzuhur masih menghadap Baitul Maqdis (Palestina), sampai akhirnya malaikat Jibril menyampaikan wahyu pemindahan arah kiblat. Wahyu ini diturunkan ketika Rasulullah SAW baru menyelesaikan rakaat kedua. Allah SWT berfirman lewat sebuah ayat Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 144 :

قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤءِۚ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضٰىهَا ۖ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗ ۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ
لَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ


Artinya: “Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi al-Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Allah dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.” (Al-Baqarah: 144).

Begitu menerima wahyu ini, Rasulullah SAW langsung berpindah 180 derajat, diikuti oleh semua jamaah melanjutkan shalat dzuhur menghadap Masjidil Haram. Proses perpindahan arah kiblat ini terbilang singkat karena Rasulullah SAW tetap melanjutkan salat pada rakaat berikutnya dengan arah kiblat baru.

Sejak saat itu, kiblat umat Islam berpindah dari Baitul Maqdis di Palestina menuju Masjidil Haram di Makkah Al-Mukarramah. Peristiwa ini menjadikan Masjid Bani Salamah dikenal sebagai Masjid Qiblatain atau Masjid Dua Kiblat.­­­

Sejarah Awal Arah Kiblat

Jika dirunut sejarahnya, kiblat shalat untuk semua nabi adalah Baitullah di Makkah yang dibangun pada masa Nabi Adam AS. Hal ini pun tercantum dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 96:

اِنَّ اَوَّلَ بَيْتٍ وُّضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِيْ بِبَكَّةَ مُبٰرَكًا وَّهُدًى لِّلْعٰلَمِيْنَۚ


Artinya: “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk tempat beribadah manusia ialah Baitullah di Makkah yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.”

Sementara itu, Al Quds (Baitul Maqdis) ditetapkan sebagai kiblat untuk sebagian dari para nabi dari bangsa Israel. Al Quds berada di sebelah Utara. Adapun Baitullah di Makkah Al-Mukarramah di sebelah selatan sehingga keduanya saling berhadapan. Namun setelah peristiwa di Masjid Al-Qiblatain, arah kiblat semua berpusat pada satu titik yakni ke Baitullah di Makkah Al-Mukarramah.

Sebagai saksi sejarah, di dalam bangunan Masjid Qiblatain terdapat dua arah mihrab. Satu mihrab menghadap ke Makkah Al-Mukarramah, sementara satu lagi menghadap ke Palestina.

Bagikan Artikel
Admin
Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *