Kantor
PT. Panguji Luhur Utama
Mengenal Teori Jabal Magnet di Kota Madinah Al-Munawwarah

Menyebut namanya, Jabal Magnet hampir semua jamaah haji dan umrah paham maksud dan arahnya. Bahkan, yang belum berhaji dan berumrah pun, sebagian sudah mendengar istilah ini. Jabal magnet adalah sebuah bukit yang berjarak sekira 60 kilometer dari Kota Madinah Al-Munawwarah. Konon dan sangat dipercaya, ada magnet besar yang terkandung di bukit ini, sehingga jalan yang nampaknya menanjak, namun kendaraan tetap akan melaju, kendati mesin dimatikan. Atau bila kendaraan di putar balik maka kendaraan akan berjalan mundur. Kecepatan maju atau mundurnya bisa sangat luar biasa bisa mencapai kecepatan 120 kilometer per jam.
Mungkin ini pendapat yang amat sangat berlebihan. Yang pasti, kendaraan tampak akan melawan arus besar yakni semacam melawan gravitasi. Sebelum membahas soal Jabal Magnet, ada baiknya mengenal teori magnet, benda yang mampu ditarik dan ditolak oleh magnet dan daerah yang dikenal mengandung magnet.
Menurut teori Albert Einstein, sebuah benda akan melawan arus kebalikannya karena adanya gaya gravitasi. Einstein mengatakan buah apel yang dilempar ke atas pasti akan tetap jatuh ke tanah. Hal ini disebabkan adanya gaya gravitasi semacam daya tarik. Daya tarik dalam teori umum selain disebut dengan gaya gravitasi adalah magnet. Magnet berasal dari bahasa Yunani, magnitis lithos yang berarti matu magnesium. Magnesia adalah nama sebuah wilayah di Yunani pada masa lalu yang kini namanya berubah menjadi Manisa dan masuk dalam wilayah Turki. Di lokasi ini terkandung batu magnet yang sudah ditemukan sejak dulu kala.

Magnet adalah sesuatu yang mampu menarik benda-benda yang terdapat di sekitarnya. Benda-benda yang ditarik oleh magnet itu antara lain biji besi, logam, baja, platina, tembaga, garam, dan lainnya yang mengandung unsur magnet (daya tarik). Selain benda tersebut, mampukah magnet menarik kertas, air, atau benda-benda yang secara teori kasat mata tidak memiliki unsur magnet? Tentu saja tidak.
Ada tiga teori mengenai magnet ini pada benda :
- Pertama, namanya ferromagnetic, yakni benda yang dapat ditarik oleh magnet dengan kuat. Contohnya, besi, baha, nikel, dan kobalt.
- Kedua, namanya paramagnetic, yakni benda yang bisa ditarik oleh magnet, tetapi sangat lemah. Contohnya, platina, tembaga, dan garam.
- Ketiga, adalah diamagnetic yakni benda yang ditolak oleh magnet. Contohnya, timah, aluminium, emas, dan bismuth.


